Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juni 2010

Penyakit Langka "Sleeping Beauty"

Gadis ini dijuluki oleh teman dan keluarganya sebagai ‘Sleeping Beauty’. Namun kisah hidupnya ini bukanlah dongeng. Louisa Ball (15) kerap tertidur sangat lama, bahkan sampai dua minggu karena ia mengidap sebuah penyakit langka.




Loiusa pun sering melewatkan ujian di sekolah, kursus menari, dan kesempatan berlibur bersama keluarga karena ia benar-benar tertidur begitu lama. Gadis belia yang tinggal di Worthing Inggris ini menurut kacamata medis mengidap Kleine-Levin Syndrome – atau juga dikenal sebagai Sleeping Beauty Disease – di mana para penderitanya dapat tertidur lelap sampai berminggu-minggu.

Menurut keterangan ibu Loiusa, Lottie (45), kelainan ini diderita anaknya sejak Oktober 2008 setelah sembuh dari sakit flu.

“Dia meminum obat flu selama sekitar sepekan, tetapi tak pernah sembuh benar dari penyakitnya. Setelah itu, kami tahu bahwa itu adalah awal dari kebiasaan barunya. Ia merasa lelah dan kondisinya tidak juga membaik. Ia mulai sering ketiduran di sekolah dan melakukan hal-hal tak wajar seperti mengigau saat tidur. Ini benar-benar menakutkan, kami tak tahu harus berbuat apa,” tutur Lottie.

Louisa pernah dibawa berobat ke RS Worthing pada November 2008 dan seorang konsultan anak di sana menyatakan tak tahu pasti apa yang menimpa Louisa, tetapi mungkin dapat dipicu faktor hormonal.

Sejak itu, Louisa sering tertidur sampai 10 hari. Dia bisa tertidur selama 22 jam, kemudian orang tuanya harus berjuang keras memberinya makan dan mengantarnya ke toilet. Setelahnya, Louisa akan kembali tertidur.

“Louisa tak bisa berbuat apa-apa selain tidur. Dia tak bisa ke sekolah di saat tertidur. Sulit sekali membangunkannya tetapi kami harus memberi makanan dan air. Kami harus cepat-cepat memberi dia makan selagi ada kesempatan, tetapi dia selalu mengigau dan melakukan hal tak masuk akal,” ujar ayahnya Richard Ball (44).

“Misalnya ketika tidur, ia berjalan dan berbicara pada saat kami mencoba membangunkannya. Setelah tertidur selama sepekan atau 10 hari, dia tidak akan mengingat kejadian itu,” tambahnya.

Louisa lalu dibawa orang tuanya ke RS St George di Tooting pada Maret tahun lalu dan seorang konsultan di sana memastikan kalau gadis cantik ini mengidap Kleine-Levin Syndrome.

Sindrom ini salah satu jenis kelainan langka yang kerap disebut hipersomnia periodik. Penderitanya dapat tertidur dalam jangka waktu yang lama secara periodik. Para ahli belum dapat mengungkap penyebab kelainan ini, meski penyakit ini diduga berkaitan dengan gangguan fungsi hipotalamus, bagian otak yang mengatur selera makan dan tidur. Kelainan ini lebih banyak dialami pria ketimbang wanita dan biasanya dapat hilang ketika menginjak dewasa.

Belum ada pengobatan definitif untuk penyakit Kleine-Levin Syndrome, tetapi ada dokter yang memberikan obat stimulan pada pasien agar tetap terjaga. Louisa juga pernah diberikan pengobatan seperti itu tetapi tidak pernah berhasil dan setelah didiagnosis sindrom ini, ia sering tertidur hingga 12 hari.

Sekarang, Louisa tengah menjalani terapi lain. Orangtuanya berharap pengobatan ini akan menurunkan pola tidur lamanya. “Terapi ini sepertinya menjanjikan. Dia tidak tidur lagi secara rutin sekitar tujuh pekan, kami berharap ini akan mengurangi tingkat keparahan dan akan membawa ia ke suatu kehidupan yang baru, tandas Ball.

http://guspur.wordpress.com/2010/02/11/gadis-ini-biasa-tertidur-sampai-2-minggu/

Read more: http://www.mamasipenk.co.cc/2010/02/kisah-gadis-sleeping-beauty-yang-punya.html#ixzz0paikAv3N

Sabtu, 15 Mei 2010

APA ITU KANKER SERVIKS???

Pada saat ini, banyak wanita terutama di kalangan remaja khawatir akan bahaya kanker serviks. Kanker Serviks di sebabkan oleh virus HPV (Human Papilomavirus) yang menyerang daerah leher rahim atau serviks. Banyak faktor yang menyebabkan Kanker Serviks, salah satunya adalah sering melakukan seks bebas. Kanker Serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda. Infeksi HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda ( 18-28 tahun ). Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi, oleh sebab itu kami akan membahas tentang bagaimana cara menyikapi, mencegah, dan mengatasi Kanker Serviks.

Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi dibagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit disebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Ditempat inilah terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena Kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu.

Penyebab Kanker Seviks

Kanker serviks menyerang lehar rahim yang disebabkan infeksi virus HPV (Human PappillomaVirus) yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks.
Buruknya gaya hidup seseorang juga dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.
Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor lainnya adalah menggunakan pil KB dalam waktu jangka lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.

Gejala Kanker Serviks

Gejala kanker servik tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai “The Sillent Killer”. Beberapa gejala bias diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bias menjadi petunjuk infeksi HP. Virus ini dapat menular adari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dn karena hubungan seks.
Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seoarang wanita yang menderita kanker serviks , akan menjadi media penbawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus ini dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

Cara mencegah kanker Serviks

Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bias mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
• Miliki pola makan sehat,yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang kekebalan tubuh. Misalnya mengkonumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi resiko terkena kanker leher rahim.
• Hindari merokok. Banyak bukti menunjukka penggunaan tembakau dapat meningkatkan resiko terkena kanker serviks.
• Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat mudah atau belasan tahun.
• Hindari berhubunagn seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya kanker seviks.
• Hindari berhubungan seks dengan banyk partner.
• Secara rutin menjalani tes Pap Smear secara teratur. Saat ini tes Pap Smear bahkan sudah bias dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
• Alternative Pap smear yaitu tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam asetat) denagn biaya yang lebh murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
• Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk menginfeksi terinfeksi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
• Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.